Semua orang menyadari bahwa dunia penuh dengan ketidak pastian, kecuali kematian, yang meskipun demikian juga tetap mengandug ketidakpastian didalamnya, antara
lain mengenai : kapan dan karena apa kematian itu terjadi. Dimana ketidak pastian mengakibatkan adanya risiko (yang merugikan)
bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih-lebih dalam dunia bisnis, ketidakpastian beserta risikonya merupakan sesuatu yang
tidak dapat diabaikan begitu saja, malahan harus diperhatikan secara cermat, bila orang menginginkan kesuksesan. Risiko tersebut
antara lain : kebakaran, kerusakan, kecelakaan, pencurian, penipuan, kecurangan, penggelapan dan sebagainya, yang dapat menimbulkan
kerugian yang tidak kecil.Sehubungan kenyataan tersebut semua orang (khususnya pengusaha) selalu harus berusaha untuk menanggulanginya,
artinya berupaya untuk meminimumkan ketidakpastian agar kerugian yang ditimbulkan dapat dihilangkan atau paling tidak diminumkan.
PENGERTIAN RESIKO
Istilah risiko sudah biasa dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari, yang kita umumnya secara intuitif sudah memahami apa yang dimaksudkan. Tetapi pengertian
secara ilmiah dari risiko sampai saat ini masih tetap beragam, yaitu antara lain :
| 1. |
Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu (Arthur Williams dan Richard, M.H)
|
| 2. |
Resiko adalah ketidaktentuan (uncertainy) yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss) (A. Abas Salim)
|
| 3. |
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa (Soekarto)
|
| 4. |
Resiko merupakan penyebaran / penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan (Herman Darmawi)
|
| 5. |
Resiko adalah probalitas sesuatu hasil / outcome yang berbeda dengan yang diharapkan (Herman Darmawi)
|
Dengan definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa risiko selalu dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan yang tidak dapat diduga / tidak diinginkan. Jadi merupakan
ketidak pastian atau kemungkinan terjadinya sesuatu, yang bila terjadi akan mengakibatkan kerugian. Dengan demikian risiko mempunyai karakterisitik :
| a. |
Merupakan ketidak pastian atas terjadinya suatu peristiwa. |
| b. |
Merupakan ketidak pastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian.
|
MACAM-MACAM RESIKO
Risiko dapat dibedakan dengan berbagai macam cara, antara lain :
| 1. |
Menurut sifatnya risiko dapat dibedakan kedalam : |
| |
| a. |
Resiko Murni (risiko yang tidak disengaja), adalah risiko yang apabila terjadi tentu menimbulkan kerugian dan terjadinya tanpa disegaja.
Contoh : risiko terjadinya kebakaran, bencana alam, pencurian, dsb.
|
| b. |
Resiko Spekulatif (risiko disengaja), adalah resiko yang sengaja ditimbullkan
oleh yang bersangkutan, agar terjadinya ketidakpastian memberikan keuntungan kepadanya.
Contoh : resiko produksi, resiko moneter (kurs valuta asing).
|
| c. |
Resiko Fundamental, adalah risko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan
kepada seseorang dan yang menderita tidak hanya satu atau beberapa orang saja, tetapi banyak orang.
Contoh : risiko terjadinya kebakaran, bencana alam, resiko perang, polusi udara.dsb.
|
| d. |
Resiko Khusus, adalah risiko yang bersumber pada peristiwa yang mandiri
dan umumnya mudah diketahui penyebabnya, seperti kapal kandas, pesawat jatuh, tabrakan mobil dan sebagainya.
|
| e. |
Resiko Dinamis, adalah risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan (dinamika) masyarakat di bidang ekonomi, ilmu
dan teknologi, seperti risiko keusangan, risiko penerbangan luar angkasa. Kebalikannya disebut,
Resiko Statis, seperti risiko hari tua, risiko kematian dan sebagainya.
|
|
| |
|
| 2. |
Menurut sumber / penyebab timbulnya, risiko dapat dibedakan kedalam : |
| |
| a. |
Resiko Intern, yaitu risiko yang berasal dari dalam, : kebakaran yang berasal dari rumah si tertanggung sendiri.
|
| b. |
Resiko ekstern, yaitu risiko yang berasal dari luar , seperti risiko
kebakaran dari rembetan rumah yang bersebelahan, bencana alam, pencurian, perampokan dan sebagainya.
|
|
|